UPM

Paradigma baru manajemen pendidikan tinggi saat ini menekankan arti penting otonomi institusi yang berlandaskan pada akuntabilitas, evaluasi, dan akreditasi serta bermuara pada tujuan akhir peningkatan kualitas secara berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, tata nilai seperti yang diharapkan oleh stakeholders. Dilain pihak, adanya kecendrungan globalisasi, kebutuhan kemasyarakatan (societal needs), kebutuhan dunia kerja (industrial needs,) kebutuhan profesional (professional needs), kebutuhan masa depan (future needs), dan tuntutan persaingan yang semakin ketat menuntut komitmen tinggi pada penyelenggaraan pendidikan tinggi yang bermutu.   

Aspek yang menentukan mutu perguruan tinggi mencakup : materi perkuliahan/ kurikulum, proses perkuliahan, kompetensi dosen,  sarana dan prasarana yang menunjang jalannya proses pembelajaran disertai pengendalian mutu dimulai dari tahap perancangan kurikulum, ketika mahasiswa lulus, bahkan sampai mahasiswa bekerja dengan evaluasi terhadap pengguna lulusan. Beberapa konsep penting dalam penjaminan mutu adalah institusi, instrumen dan biaya pengendalian mutu. Institusi melibatkan hubungan dan manjemen kinerja antara lembaga, sehingga saling memberi kontribusi dalam peningkatan kualitas lembaga dan lulusan. Instrumen melibatkan kriteria penjaminan dan pengendalian mutu yang dapat dipercaya.

Sistem Penjaminan Mutu STMK Methodist Binjai  adalah suatu sistem yang dikembangkan dan diimplementasikan untuk menjamin agar mutu pendidikan dapat konsisten dan berkelanjutan untuk menghasilkan kualitas pendidikan sesuai dengan harapan.

Tujuan

Sistem Penjaminan Mutu STMK Methodist Binjai  bertujuan untuk :

1. Membantu pencapaian visi dan misi STMK Methodist Binjai melalui penjaminan mutu program studi dan pelayanan pendidikan.

2. Menetapkan peran serta seluruh komponen dalam menjamin konsistensi dan efektifitas  penjaminan mutu STMK Methodist Binjai  

3. Menjamin kepastian lulusan memiliki komptensi yang sesuai dengan dengan standar yang ditetapkan di setiap program studi.

4. Menjamin relevansi antara program pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dengan kebutuhan stakeholder.

5. Menfasilitasi dan mengkoordinasikan perbaikan mutu berkelanjutan.

Kebijakan Umum 

1. Pendidikan di STMK Methodist Binjai  diarahkan untuk mennghasilkan hak kekayaan intelektual dan lulusan berkualitas serta berdaya saing internasional.

2. STMK Methodist Binjai  mensyaratkan pengelolaan pendidikan dengan senantiasa melakukan peningkatan mutu secara berkelanjutan. Peningkatan mutu dilakukan dengan menjaga siklus pengelolaan pendidikan tinggi yang lengkap dan seusuai harapan stakeholder.

3. Pengembangan bidang akademik mengacu pada Rencana Strategis STMK Methodist Binjai  dan selalu disertai dengan inovasi pendidikan serta peningkatan infrastruktur, perangkat lunak, dan perangkat keras yang diperlukan. Pengembangan dalam jangka menengah dan panjang diarahkan untuk menjadi pelopor pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat nasional dan memberikan kontribusi sesuai standar akademik di tingkat regional dan internasional.

4. Pelaksanaan pendidikan di STMK Methodist Binjai dirancang dengan mempertimbangkan pergeseran paradigma pendidikan yang semula lebih fokus pada pengajaran oleh dosen (faculty teaching) ke fokus pembelajaran oleh mahasiswa (student learning). Porsi pembelajaran yang berbasis pada permasalahan di lapangan (problem-based learning) dan hasil-hasil penelitian ditingkatkan secara berkelanjutan.

5. Evlaluasi terhadap program akademik di STMK Methodist Binjai dilakukan secara sistematik, periodik, dan berkelanjutan dengan menggunakan alat ukur yang dapat diterima masyarakat dan dikembangkan dalam kerangka percepatan STMK Methodist Binjai  menjadi perguruan tinggi bertarap internasional.

6. Peningkatan mutu pendidikan di STMK Methodist Binjai  didasarkan pada kebijakan pengembangan proses pembelajaran yaitu: 

a. Materi pembelajaran lebih didekatkan dengan persoalan nyata, melatih identifikasi persoalan, dan strategi penyelesaian; 

b. Integrasi antar disiplin ilmu yang saling mendukung untuk pemahaman dan implementasinya; 

c. Perspektif internasional yang berbasis pemahaman keunggulan nasional;

d. Dorongan pemanfaatan optimal teknologi informasi dan komunikasi yang tersedia dan akan tersedia; 

e. Berbagai inovasi yang membuka akses peningkatan kreatifitas. 

7. Dalam rangka efisiensi, suatu program studi dapat ditutup sementara dan dibuka kembali sesuai dengan tingkat kebutuhan yang ada. Keputusan pembukaan dan penutupan tersebut harus diambil melalui langkah evaluasi 

Siklus Penjaminan Mutu